Postingan

Puisi Keagamaan Taubat

Mengiris Jarak Oleh : Chalida Wahyu Lestari Bulir air dengan lembut membasuh muka penuh dosa Terbasahi kekhilafan diri yang dusta Terjerembab dalam laut kenistaan Hati hitam legam diwarnai rona kemunafikan Tiada mampu penghitung jarak berbicara Jarak terus terulur sembari kaki melangkah Menjauhi kesucian, mendekatkan kezaliman Oh tuhanku, Sudikah Kau menerima taubat hamba-Mu? Yang hanya sepersekian detik mengingat-Mu Jikalau sedih, meringkih lirih disudut Do’a mengharap Kuasa-Mu Ya Rabbku, masihkah pantas diri ini mengadu pada-Mu? Tiada mampu diriku berjalan tanpa bimbingan cahaya-Mu Menyusuri tapak menuju jalan lurus-Mu Memang, tak mudah untuk menepis jarak yang telahku buat Walau hanya setapak membuat jarak teriris semakin tipis Melalui Do’a disetiap sujudku pada-Mu Pastilah diriku akan mengejar-Mu                        ...

Puisi Indah Romantis

Gambar
Memupuk Mimpi Oleh : Chalida Wahyu Lestari Telah usai langit bersedih, awan mendung tersapu sirna Dibawa sang bayu menuju mimpi barunya Bersamaku kau buat mimpi itu begitu nyata Indah, bagai rona pelangi seusai tangisan langit reda Tercipta lewat eloknya sorot jingga Melambai disetiapku melukismu dalam anganku Beribu benih bagai disebar memenuhi relung hati Menumbuhkan beribu tunas mimpi yang siap kita jemput Wahai kasihku, tetaplah disini Tuntunlah diriku menuju mimpi-mimpi Tertatih berpegang erat saling menguatkan Beriringan menapak jejak menuju cahaya Taukah kau duhai cintaku? Begitu banyak kasih ku temukan pada dirimu Setiap katamu bagai pijar nyala semangat bagiku Pada senyum simpulmu mengisyaratkan keteguhan hatimu Bagi diriku kaulah dan segala mimpiku Tiada mampuku bendung pengharapan bagimu Teruslah bersamaku kasih, teruslah melukis mimpi dihatiku Teguhkanlah hati ini hingga teraih segalanya

Puisi Indah Tentang Mimpi "Petikan Mimpi"

Gambar
Petikan Mimpi Oleh : Chalida Wahyu Lestari Mimpi, tak ubahnya bayangan dikala ini Lukisan semburat cahaya mengisi anganku Sungguh tinggi nampaknya Tergantung pada sela-sela kaki jingga-Nya Meliuk-liuk menanti Sang Pemimpi Melambai kemayu menarik agar dipetik Mengejarmu wahai mimpi Terseok-seok langkah kian menepi Dalam hati kian melambung terus terlukis tertabung Bergelora tergeletak berjuta mimpi Semakin menjauh mengelak Wahai mimpi? Tak sudikah kau kupetik Peluh ini sungguh sangat merindumu Jemari ini kian tak sabar meraihmu Kau kubuat bagiku Akan kupetik kau dalam  nyataku Banjarnegara, 15 Maret 2016